oleh

Turki Dan AS Gagal Selesaikan Sengketa Kedua Negara, Mata Uang Lira Anjlok

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan persoalan pendeta AS sudah sering dibahas dengan Turki, termasuk dengan Menlu Mevlut Cavusoglu.
Stratak-News | Turki dan Amerika Serikat gagal menyelesaikan sengketa antara kedua negara yang menyebabkan mata uang Turki, lira, anjlok ke titik terendah.
Perkembangan ini terjadi meskipun Turki telah menyatakan akan bekerja erat dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan berbagai masalah antara kedua negara, termasuk tuntutan Amerika Serikat untuk membebaskan pendeta AS yang ditahan di Turki.
Namun seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert, menegaskan bahwa pertemuan menteri luar negeri kedua negara baru menyepakati poin untuk melanjutkan upaya mengatasi krisis.
“Mereka sepakat untuk terus berusaha menyelesaikan masalah-masalah antara kedua negara,” kata Nauert.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pihaknya akan bekerja erat dengan AS untuk menyelesaikan sengketa. Ia mengatakan hal itu setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di sela-sela pertemuan ASEAN di Singapura.
“Saya dapat mengatakan bahwa pertemuan tadi sangat konstruktif. Tentu saja, tidak diharapkan semua krisis dan persoalan dapat diselesaikan melalui satu kali pertemuan tetapi kami menyepakati kerjasama erat, dialog dan bekerja bersama di waktu mendatang untuk menyelesaikan masalah-masalah ini.
“Dan ketika kami pulang nanti, kami akan terus menempuh langkah-langkah dan bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” kata Mevlut Cavusoglu, Jumat (03/08).
Pertemuan kedua menteri luar negeri digelar sehari setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada dua menteri kabinet Turki, setelah negara itu menolak membebaskan pendeta Andrew Brunson. Berdasarkan kacamata Amerika Serikat, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu berperan dalam penangkapan pendeta Amerika.
Turki menuduh Brunson mempunyai jaringan dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang sudah dilarang. Di samping itu, Brunson juga dituduh terkait dengan gerakan pendukung Fethullah Gulen, ulama Turki yang tinggal di AS dan dituduh berada di balik kudeta yang gagal tahun 2016.
Akan tetapi Amerika Serikat menyatakan tidak melihat bukti-bukti kredibel yang memberatkan warga negaranya itu sehingga ia semestinya dibebaskan. Menyikapi tuntutan AS, sebelumnya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuduh pemerintah Amerika memperlihatkan “sifat penginjil, Zionis”.
Dalam perjalanan menuju Singapura, Mike Pompeo mengatakan Turki paham bahwa waktu sudah habis.
“Saya harap mereka akan menganggap hal ini sebagaimana mestinya, suatu bukti bahwa kami sangat serius,” jelasnya.
“Kami menganggap masalah ini (penahanan pendeta) sebagai salah satu dari banyak masalah yang kami hadapi dengan Turki,” tambah menteri luar negeri AS tersebut.
Amerika Serikat juga meminta pembebasan tiga staf lokal yang bekerja untuk Kedutaan AS yang ditahan di Turki.
Sementara itu mata uang Turki, lira, terus mengalami penurunan setelah menyentuh level paling rendah pada Kamis (02/08) menyusul penerapan sanksi AS pada Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu.
Kini lira telah kehilangan lebih dari 30% nilainya terhadap dolar AS selama satu tahun terakhir.

Komentar