oleh

Tunjangan Dan Operasional BPD Air Kalimat Raib

-Daerah, Headline-2.336 views

TALIABU – Ketua beserta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Kalimat Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) Maluku Utara keluhkan hak mereka yang belum direalisasikan.

Pasalnya, informasi yang dihimpun media ini, Kepala Desa Lausaha Amor, selama 7 bulan gaji ketua ketua beserta anggota BPD belum juga terealisasi. Bahkan gaji Sekretaris sendiri  pun belum dibayarkan. Selain ini Lausaha juga jarang sekali berada di desa.

Hal ini diungkapkan Ketua BPD Air Kalimat Anwar La Hamiru, karena tunjangan atau gaji selama 7 bulan ditahun anggaran 2019 masih terselip ditangan Kepala Desa.

“Tunjangan kami sejak Juni hingga Desember 2019 belum dibayar oleh Kades,” sebutnya.

Dirinya beserta Anggota merasa selalu diabaikan oleh kades, karena sikap kades yang sekan akan bungkam saat mempertanyakan hal tersebut.

“Saya bersama teman teman sudah mempertanyakan kepada Kades tapi jawabanya hanya sampaikan saya tidak tahu menahu masalah itu,” ucap Anwar mengulangi perkataan Kades Air Kalimat.

Lebih lanjut Anwar mengatakan, mereka bahkan pernah menyambangi kantor DPMD untuk mempertanyakan serta memastikan keberadaan anggaran tersebut.

“Kami juga sempat mengunjungi kantor DPMD, dan pada saat itu bendahara bilang anggaran tersebut sudah dicairkan,” jelasnya.

Anwar juga menuturkan bahwa dirinya beserta anggota jug sudah melayankan surat kepada instansi terkait, perihal laporan pertanggung jawaban mengenai tunjangan BPD serta Operasional selama setahun. Namun hingga saat ini upaya tersebut belum mendapat titik terang.

“Setelah di DPMD, kami diarahkan ke Inspektorat, namun dari inspektorat sampaikan bahwa kita harus menyurat, dan hari itu juga kita buat surat dan diberikan ke Inspektorat, DPMD, dan tembusannya ke pak Bupati yang diterima Oleh Asisten I Pemerintahan” terangnya.

Dia menambahkan, selama 7 bulan anggota BPD tidak menerima tunjangn dengan rinian per bulan untuk ketua BPD Rp 700.000, Wakil Ketua BPD Rp 600.000, Sekretaris BPD Rp 500.000 dan anggota BPD Rp 400.000. Selain BPD sejumlah kaur juga mengalami hal yang sama.

“kaur-kaur juga gajinya belum dbayarkan,” singkatnya.

Tak hanya itu, Anwar juga mengatakan uang operasional BPD Air Kalimat pada tahun 2019 tidak ada kejelasan alias realisasinya masih misterius.

“Tahun 2017 dan 2018 kami terima uang operasional namun untuk tahun 2019, uang operasional hingga saat ini kami tidak terima,” katanya.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Desa Air Kalimat Isra Kini, mengatakan BPD dan kaur kaur juga belum menerima gaji, bahkan dirinya sendiri belum dibayarkan.

“Saya Sendiri juga belum dibayarkan,” ucap Isra. (Is)

Komentar