oleh

Donny Magek Piliang telah membuat heboh kota Bukittinggi dan sekitarnya

-Politik-2.692 views

Bukittinggi, Stratak-News | Sebuah terobosan yang sangat berani telah di lakukan oleh salah seorang caleg DPRD Sumbar dari partai Hanura.

Donny Andri Magek Piliang atau yang akrab di panggil Donny Magek minggu pagi telah membuat heboh kota Bukittinggi dan sekitar nya, kehebohan itu muncul ketika masyarakat yang akan berakfivitas pada minggu pagi ini di kejutkan dengan penampakan pada beberapa spanduk APK Donny Magek yang terpasang di beberapa titik seperti Mandiangin, Jambu Air dan lain-lain yang ternyata menyertakan foto Capres dan Cawapres 01 Jokowi Ma’aruf serta ketua umum Hanura Osso.

Menurut salah seorang warga yang sedang melintas bernama Bidin, ini adalah langkah bodoh dan bunuh diri serta tidak pas di wilayah kantong suara Prabowo Sandi.

Sementara pendapat berbeda di sampaikan oleh Joni, ini baru anak muda yang berani dan teguh dengan pendiriannya, ketika sudah memilih maka pantang bagi nya untuk berhenti apalagi surut ke belakang.

Namun demikian apapun menjadi pilihan nya tidak akan membuat kami memusuhi nya, demikian tandas Joni

Komentar yang sama juga dilontarkan oleh teman seperjuangnya saat menggulingkan kekuasaan Orba medio 90 an Raymon Lidra Mufti dalam status facebook Donny Magek Piliang.

WoW.. Itu kata pertama yg terucap dari bibir saya dan juga bibir orang lain saat melihat postingan bung Donny… hari ini.

Bagaimana tidak, anda begitu berani berenang melawan arus sungai yang sangat deras seperti batang antokan di kabupaten Agam sana.

Terlepas pilihan kita sama atau berbeda, bagi saya bung Donny sudah melakukan apa yg seharus nya dia lakukan, kalau mau berpolitik ya jangan malu-malu, apalagi malu-maluin diri sendiri atau parpol tempat anda bernaung.

Sebagian orang bilang politik itu abu abu, tapi bagi saya politik itu harus hitam putih, dan tetap harus ada garis demarkasi diantara nya, apalagi ketika kita bicara tentang untuk kemaslahatan semua warga negara.

Berenang melawan arus jelas punya resiko yang tinggi jika tidak kuat, tapi akan jadi suatu prestasi yang luar biasa jika berhasil menyeberangi nya, dan janganlah kita jadi penumpang “biduk hilir”.

Sekitar 20 tahun yang lalu atau tepat tahun 1998, banyak pemuda/i yg berani mati untuk berenang melawan arus yang jelas-jelas lebih deras dari batang Antokan tadi, dan banyak diantara yang mati hanyut karena kuat arus nya ditambah dimangsa buaya-buaya ganas yang selalu menunggu yang lengah.

Lanjutkan perjuanganmu anak muda, ketika hati sudah memilih pantang mundur setapak pun. Sekarang dihadapan sungai berarus deras sudah terbentang arungilah dan jadilah pemenang.

“lebih baik kalah terhormat daripada menang penuh kecurangan”

Sekali layar terkembang, surut sudah berpantang. Komentar dari bupati Agam Bapak indra Catri. (AY)

Komentar