oleh

Biografi Louis Vuitton: Tokoh Dunia Pencipta Koper Mewah

-Ragam-2.242 views

Jakarta, Stratak-News | Louis Vuitton mengawali karier sebagai pembuat koper. Karyanya begitu dikagumi hingga akhirnya dipekerjakan oleh istri Kasiar Napoleon III pada 1852.

Hal tersebut menjadi gerbang pembuka bagi Vuitton untuk masuk ke kelas elite. Klien dari kerajaan terus mencari jasanya sepanjang hidupnya.

Louis Vuitton menjelma sebagai merek dagang yang menawarkan gaya hidup mewah di dunia hingga sekarang.

Kehidupan awal Perancang dan pengusaha Louis Vuitton lahir pada 4 Agustus 1821 di Anchay, sebuah desa kecil di pegunungan Perancis bagian timur.

Dibesarkan di keluarga kelas pekerja, nenek moyang Vuitton berprofesi sebagai pembuat mebel, tukang kayu, petani, dan pembuat topi perempuan.

Ayahnya, Xavier Vuitton merupakan seorang petani. Sementara sang ibu, Coronne Gaillard adalah seorang pembuat topi perempuan.

Dia tumbuh sebagai anak-anak nor mal lainnya, sampai akhirnya tragedi menimpa keluarganya. Pada usia 10 tahun, Vuitton kehilangan ibunya. Setelah itu, ayahnya kembali menikah.

Ibu tiri Vuitton begitu kejam seperti yang digambarkan dalam kisah Cinderella. Sementara, dia yang keras kepala memutuskan untuk kabur dari rumah.

Dia pergi ke Paris pada 1835, ketika usianya baru menginjak 14 tahun. Dia meninggalkan rumah sendirian dengan berjalan kaki sejauh 470 km.

Perlu waktu dua tahun baginya untuk sampai ke Paris sehingga membuatnya menjadi tunawisma. Di sepanjang perjalanan, Vuitton menekuni beberapa pekerjaan untuk mengumpulkan uang guna memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Dia juga memilih beristirahat di tempat penampungan yang bisa ditemukan dalam pengembaraannya.

Sampai di Paris pada 1837 pada usia 16 tahun, kota itu dikelilingi oleh berbagai dampak dari revolusi industri, baik berupa kemajuan maupun kemiskinan.

Pembuat koper Berumur 16 tahun, dia menjadi pekerja magang di bengkel pembuat koper yang sukses, Monsieur Marechal.

Sebagai pria muda, Vuitton merupakan seorang yang kreatif dan pembuat koper merupakan pekerjaan yang cocok baginya.

Saat itu, koper peti terbuat dari kulit merupakan kerajinan yang dihargai di Eropa pada abad ke-19.

Vuitton terbukti mampu menghasilkan karya-karya yang digemari oleh pelanggan. Dia membuat koper dengan perpaduan antara gaya dan kemewahan. Dalam beberapa tahun, dia menjadi salah satu perancang terkenal bagi penggemar fesyen di Paris.

Pada 1852, Vuitton mendapat keuntungan banyak dari perbaikan Kerajaan Perancis di bawah kekuasaan Kaisar Napoleon III.

Istri Napoleon III, permaisuri Eugenie de Montijo, mempekerjakan Vuitton sebagai pembuat koper pribadinya. Dia meminta pria berusia 31 tahun itu untuk mengemas pakaian paling indah dengan cara paling sempurna.

Dia mengemas pakaian permaisuri yang bepergian dari Istana Tuileres ke berbagai lokasi di wilayah pesisir.

Dengan bekerja untuk istri seorang Kaisar, Vuitton membuka pintu kariernya ke kelas yang lebih tinggi.

Pada 22 April 1854, dia menikahi seorang perempuan berusia 17 tahun bernama Clemence-Emilie Parriaux. Sesudah itu, dia memutuskan mundur dari toko Monsieur Marechal, dan membuka tokonya sendiri di Paris.

“Aman mengemas benda-benda paling rapuh. Khusus mengemas fesyen,” begitu yang tertulis pada pertanda di toko Vuitton.

Popularitas meningkat Pada 1958, dia memperkenalkan desain terbaru ke pasaran dan menjadi populer. Banyak kritikus menilai koper itu sebagai awal lahirnya koper modern.

Setelah itu, permintaan yang melonjak membuat tokonya semakin ekspansif di Paris. Dia membuka studio pembuatan koper di Asnieres pada 1859 dengan 20 karyawan.

Pada 1867 di Exposition Universelle, Vuitton memperoleh medali perunggu yang semakin mempercepat popularitas mahakaryanya.

Bisnisnya tak selalu berjalan mulus. Sejumlah toko Vuitton dihancurkan dan dijarah antara 1870-1871, ketika Perang Perancis-Prusia sedang berlangsung dan kemudian berakhir.

Dalam beberapa bulan, dia berhasil membangun toko baru dengan alamat, 1 Rue Scribe, yang terletak di jantung kota Paris. Pada 1872, dia menerjunkan desain anyar untuk koper berwarna krem dengan garis merah.

Pelanggan kelas elite di Paris tertarik pada kreasi terbaru Louis Vuitton dan mereknya mempertahankan posisi sebagai penjual koper mewah dan berkualitas.

Pada 1889, dia kembali diberi hadiah utama dan medali emas di Exposition Universelle.

Sekali lagi, penghargaan itu memperkuat posisi Vuitton di pasar dan meningkatkan popularitas atas karyanya.

Kematian, dengan komitmen, rasa estetika dan keterampilan bisnisnya, Vuitton terus mengoperasikan 1 Rue Scribe sebagai penghasil koper mewah berkualitas tinggi.

Dia selalu bekerja hingga ajal menjemputnya pada 27 Februari 1892, di usia 70 tahun. Dia menyerahkan perusahaannya kepada putranya, Georges Vuitton.

Di bawah kepemimpinan Georges, perusahaan meluncurkan monogram LV yang kini terkenal hingga generasi masa depan. Produk LV merambah ke berbagai ranah fesyen, seperti baju, tas, dan perhiasan.

Komentar